vok ep
Posted by
Kerupuxalum
on Saturday, 27 July 2019
/
Comments: (0)
Link : https://mytreep.icu/fFPah
JAGAT RAYA, TATA SURYA DAN PEMBENTUKAN BUMI
Posted by
Kerupuxalum
on Monday, 17 October 2016
/
Comments: (0)
BAB I
PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG
Tata
surya kita sendiri dan matahari sebagai pusatnya dan dikelilingi delapan planet
dan benda-benda angkasa lainnya. Kedelapan planet tersebut adalah merkurius,
venus, mars, yupiter, saturnus, uranus, dan neptunus.
Jagat raya
merupakan ruang yang luas dan segala zat serta energi yang ada didalamnya.
Sejarah jagat raya dimulai pertama kali ketika manusia mengenal ilmu
perbintangan. Sejak zaman dahulu manusia berusaha ingin tahu tentang jagat raya
baik mengenai ukuran, bentuk, isi, sifat, maupun jarak benda-benda langit yang
satu dengan yang lainnya. Dari inilah muncul ilmu astronomi yaitu ilmu
pengetahuan yang mempelajari tentang benda-benda angkasa.
B.
TUJUAN
Adapun
yang menjadi tujuan penulisan makalah ini yakni tentang “Jagat Raya Dan Tata
Surya ” ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui bagaimana terjadinya tata
surya, benda-benda yang ada di tata surya, dan sejarah terjadinya bumi ini.
2. Agar kita dapat menjaga bumi kita ini untuk
anak cucu kita di masa yang akan datang.
3. Dan supaya dapat menambah wawasan kita
tentang Jagat raya dan tata
surya.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Jagat Raya,
Jagat
raya atau alam semesta (the universe) merupakan ruang tidak terbatas
yang di dalamnya terdiri atas semua materi, termasuk tenaga dan radiasi. Jagat
raya tidak dapat diukur, dalam arti batas-batasnya tidak dapat diketahui dengan
jelas.
Galaksi,
bintang, matahari, nebula, planet, meteor, asteroid, komet, dan bulan, hanyalah
sebagian kecil dari materi di jagat raya yang dikenal manusia yang hidup di
Bumi. Akan tetapi, secara lebih mendalam semua yang ada di jagat raya masih
merupakan rahasia yang sama sekali belum terungkap. Hal ini antara lain
disebabkan karena tingkat ilmu pengetahuan dan teknologi yang dimiliki manusia
dalam mengungkap rahasia alam semesta masih sangat terbatas.
1. Teori Terbentuknya Jagat Raya
a.
Teori Ledakan Besar (The Big Bang Theory)
Jagat raya berawal dari adanya suatu
massa yang sangat besar dengan berat jenis besar pula yang mengalami ledakan
yang sangat dahsyat karena danya reaksi pada inti massa. Akibat ledakan itu,
bagian-bagian dari massa tersebut berserakan terpental menjauhi pusat ledakan.
Setelah milyaran tahun kemudian, bagian-bagian yang terpental itu membentuk
kelompok-kelompok yang kita kenal sebagai galaksi-galaksi.
b.
Teori Mengembang dan Memampat (The Oscillating Theory)
Jagat raya
terbentuk karena adanya suatu siklus materi yang diawali dengan masa
ekspansi/mengembang yang disebabkan oleh adanya reaksi inti hidrogen, pada
tahap ini terbentuk galaksi, tahap ini diperkirakan berlangsung selama 30
milyar tahun. Lalu galaksi-galaksi dan bintang yang telah terbentuk akan
meredup, kemudian mempat yang didahului dengan keluarnya pancaran panas yang
sangat tinggi. setelah memampat, maka mengembang, kemudian memampat lagi.
c.
Teori Keadaan Tetap
Menurut teori ini alam semesta tidak ada awal dan
tidak ada akhir. Alam semesta akan datang silih berganti berbentuk atom-atom
hidrogen dalam ruang angkasa, galaksi lama yang bergerak menjauhi kita dalam
ekspansinya.
2. Galaksi
Galaksi
adalah kumpulan bintang yang membentuk suatu sistem yang terdiri atas satu atau
lebih benda angkasa yang berukuran besar dan dikelilingi oleh benda-benda
angkasa lainnya sebagai anggotanya yang bergerak mengelilinya secara teratur
Di dalam
ilmu astronomi, galaksi diartikan sebagai suatu sistem yang terdiri atas
bintang-bintang, gas dan debu yang amat luas, yang anggotanya mempunyai gaya
tarik menarik (gravitasi)
- Ciri-ciri
galaksi adalah sbb :
a. Galaksi
mempunyai cahaya sendiri, bukan cahaya pantulan
b.
Galaksi-galaksi lain dapat terlihat berada di luar galaksi Bimasakti
c. Jarak
antara galaksi yang satu dengan galaksi yang lain sejauh jutaan tahun cahaya
d. Galaksi
mempunyai bentuk-bentuk tertentu, misalnya spiral, elips, dan tidak beraturan
- Galaksi
dibedakan menjadi 4 macam, yaitu :
a. Galaksi
Spiral. Galaksi Jenis ini berbentuk seperti roda atau kincir, dengan
lengan-lengan berbentuk spiral keluar dari pusat yang terang (jumlahnya kira-kira
60%).
b. Galaksi
Spiral Berpalang. Lengan-lengan spiral galaksi jenis ini keluar dari bagian
ujung suatu pusat yang berbentuk memanjang. Kira-kira 18% dari jumlah galaksi
merupakan galaksi spiral.
c. Galaksi
Elips. Galaksi jenis ini berbentuk elips, mulai dari berbentuk bulat hingga
berbentuk sangat lonjong (jumlahnya kira-kira 18%)
d. Galaksi
Tak Beraturan. sekitar 4% dari jumlah galaksi di alam semesta berbentuk tak
beraturan atau tidak memiliki bentuk tertentu.
3. Pengertian Bintang
Bintang adalah benda langit yang mempunyai
cahaya sendiri akibat adanya reaksi inti di dalamnya. Meskipun menggunakan
teleskop paling canggih, kebanyakan bintang di ruang angkasa terlihat tidak
lebih besar dari ujung peniti. Sebuah bintang mempunyai ukuran dan warna yang
berbeda – beda, bahkan ada yang berpasangan dan saling mengorbit, yang dikenal
sebagai bintang kembar.
Berdasarkan
volumenya, bintang yang ada di jagat raya dibagi menjadi tiga macam, yaitu
bintang raksasa, bintang sedang, dan bintang kerdil. Ukuran bintang tidak
mengenal besarnya saja, tetapi juga berdasarkan magnitudonya. Yang dimaksud
dengan magnitudo adalah derajat kekuatan sinar bintang. Makin kecil magnitudo
suatu bintang makin terang cahaya bintang tersebut. Magnitudo beberapa bintang
dapat anda lihat dalam tabel di bawah ini.
|
No
|
Nama Bintang atau Benda Langit Lainnya
|
Magnitudo
|
|
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
|
Antares
Alpha Centaury
Beta Centaury
Canopus
Sirius
Venus
Matahari
|
1,3
0,1
0,9
-0,9
-1,6
-4
-27
|
Berikut ini perbandingan antara beberapa
bintang dengan matahari dalam hal ukuran serta tingkat terangnya.
1)
Bintang Sirius/cebol putih, mempunyai
diameter 1/100 kali diameter matahari, dan terangnya 1/400 kali terangnya
matahari.
2)
Bintang Barnard/cebol merah,
mempunyai diameter 1/10 kali diameter matahari, dan terangnya 1/2.000 kali
terangnya matahari.
3)
Bintang Capital/raksasa kuning,
mempunyai diameter 16 kali diameter matahari, dan terangnya 150 kali terangnya
matahari.
4)
Bintang Rigel/raksasa biru putih,
mempunyai diameter 80 kali diameter matahari.
5) Bintang Betelgeux/raksasa supermerah, mempunyai diameter 300 – 400 kali
matahari.
B. TATA
SURYA
A. Sejarah
Pembentukan Tata Surya
Sebuah teori
lahir dari keingintahuan akan suatu kejadian atau keadaan. Tidak mudah untuk
mempercayai sebuah teori baru, apalagi jika teori tersebut lahir ditengah
kondisi masyarakat yang memiliki kepercayaan yang berbeda. Tapi itulah
kenyataan yang harus dihadapi oleh para ilmuwan di awal-awal penemuan mereka.
Teori
pembentukan Tata Surya bisa dibagi dalam dua kelompok besar yakni masa sebelum
Newton dan masa sesudah Newton
Berikut beberapa
anggapan mengenai jagat raya :
1. Anggapan Antroposentris
Anggapan ini menyatakan bahwa manusia merupakan pusat segalanya. Anggapan ini muncul sejak manusia primitif. Bangsa Ibrani pada masanya menganggap langit disangga oleh tiang-tiang raksasa, sedangkan matahari, bulan, dan bintang melekat di langit serta hujan yang turun melalui jendela-jendela yang berada di langit. Anggapan ini bermula dari konsep alam semesta bangsa Babylon.
2. Anggapan Geosentris
Anggapan ini menyatakan bahwa bumi merupakan pusat alam semesta dan pusat segala kekuatan, benda langit lainnya bergerak mengelilingi bumi. Anggapan ini muncul kira-kira pada abad ke-6sebelum Masehi. Keberadaan anggapan Geosentris juga didukung oleh beberapa ilmuan, seperti: Plato, Socrates, Aristoteles, Anaximander, dan Pythagoras.
3. Anggapan Heliosentris
Anggapan ini menyatakan bahwa matahari merupakan pusat jagad raya. Anggapan ini muncul sejakberkembangnya penelitian yang didukung oleh peralatan yang lebih maju, demikian pula sifat keingintahuan ilmuwan yang memunculkan gagasangagasan kritis.
Keberadaan anggapan Heliosentris juga didukung oleh beberapa ilmuwan, seperti: Galileo, Isaac Newton, Nicolaus Copernicus, dan Johanes Kepler.
1. Anggapan Antroposentris
Anggapan ini menyatakan bahwa manusia merupakan pusat segalanya. Anggapan ini muncul sejak manusia primitif. Bangsa Ibrani pada masanya menganggap langit disangga oleh tiang-tiang raksasa, sedangkan matahari, bulan, dan bintang melekat di langit serta hujan yang turun melalui jendela-jendela yang berada di langit. Anggapan ini bermula dari konsep alam semesta bangsa Babylon.
2. Anggapan Geosentris
Anggapan ini menyatakan bahwa bumi merupakan pusat alam semesta dan pusat segala kekuatan, benda langit lainnya bergerak mengelilingi bumi. Anggapan ini muncul kira-kira pada abad ke-6sebelum Masehi. Keberadaan anggapan Geosentris juga didukung oleh beberapa ilmuan, seperti: Plato, Socrates, Aristoteles, Anaximander, dan Pythagoras.
3. Anggapan Heliosentris
Anggapan ini menyatakan bahwa matahari merupakan pusat jagad raya. Anggapan ini muncul sejakberkembangnya penelitian yang didukung oleh peralatan yang lebih maju, demikian pula sifat keingintahuan ilmuwan yang memunculkan gagasangagasan kritis.
Keberadaan anggapan Heliosentris juga didukung oleh beberapa ilmuwan, seperti: Galileo, Isaac Newton, Nicolaus Copernicus, dan Johanes Kepler.
2.
Ptolemy Dan Teori Geosentrik
Ptolemy (c 150AD)
menyatakan bahwa semua objek bergerak relatif terhadap bumi. Dan teori ini
dipercaya selama hampir 1400 tahun. Tapi teori geosentrik mempunyai kelemahan,
yaitu Matahari dan Bulan bergerak dalam jejak lingkaran mengitari Bumi,
sementara planet bergerak tidak teratur dalam serangkaian simpul ke arah timur.
Untuk mengatasi masalah ini, Ptolemy
mengajukan dua komponen gerak. Yang pertama, gerak dalam orbit lingkaran yang
seragam dengan periode satu tahun pada titik yang disebut deferent. Gerak yang
kedua disebut epycycle, gerak seragam dalam lintasan lingkaran dan berpusat
pada deferent.
3.
Teori Heliosentrik Dan Gereja
Nicolaus
Copernicus (1473-1543) merupakan orang pertama yang secara terang-terangan
menyatakan bahwa Matahari merupakan pusat sistem Tata Surya, dan Bumi bergerak
mengeliinginya dalam orbit lingkaran. Untuk masalah orbit, data yang didapat
Copernicus memperlihatkan adanya indikasi penyimpangan kecepatan sudut orbit
planet-planet. Namun ia mempertahankan bentuk orbit lingkaran dengan menyatakan
bahwa orbitnya tidak kosentrik. Teori heliosentrik disampaikan Copernicus dalam
publikasinya yang berjudul De Revolutionibus Orbium Coelestium kepada Paus Pope
III dan diterima oleh gereja.
Tapi
dikemudian hari setelah kematian Copernicus pandangan gereja berubah ketika
pada akhir abad ke-16 filsuf Italy, Giordano Bruno, menyatakan semua bintang
mirip dengan Matahari dan masing-masing memiliki sistem planetnya yang dihuni
oleh jenis manusia yang berbeda. Pandangan inilah yang menyebabkan ia dibakar
dan teori Heliosentrik dianggap berbahaya karena bertentangan dengan pandangan
gereja yang menganggap manusialah yang menjadi sentral di alam semesta.
4.
Lahirnya Hukum Kepler
Walaupun
Copernicus telah menerbitkan tulisannya tentang Teori Heliosentrik, tidak semua
orang setuju dengannya. Salah satunya, Tycho Brahe (1546-1601) dari Denmark
yang mendukung teori matahari dan bulan mengelilingi bumi sementara planet
lainnya mengelilingi matahari. Tahun 1576, Brahe membangun sebuah observatorium
di pulau Hven, di laut Baltic dan melakukan penelitian disana sampai kemudian
ia pindah ke Prague pada tahun 1596.
Di
Prague, Brahe menghabiskan sisa hidupnya menyelesaikan tabel gerak planet
dengan bantuan asistennya Johannes Kepler (1571-1630). Setelah kematian Brahe,
Kepler menelaah data yang ditinggalkan Brahe dan menemukan bahwa orbit planet
tidak sirkular melainkan elliptik.
Kepler kemudian mengeluarkan tiga
hukum gerak orbit yang dikenal sampai saat ini yaitu ;
1. Planet bergerak dalam orbit
ellips mengelilingi matahari sebagai pusat
sistem.
2. Radius vektor menyapu luas
yang sama dalam interval waktu yang sama.
3.
Kuadrat kala edar planet mengelilingi matahari sebanding dengan
pangkat tiga jarak rata-rata dari
matahari.
Kepler
menuliskan pekerjaannya dalam sejumlah buku, diantaranya adalah Epitome of The
Copernican Astronomy dan segera menjadi bagian dari daftar Index Librorum
Prohibitorum yang merupakan buku terlarang bagi umat Katolik. Dalam daftar ini
juga terdapat publikasi Copernicus, De Revolutionibus Orbium Coelestium.
5.
Awal Mula Dipakainya Teleskop
Pada
tahun 1608, teleskop dibuat oleh Galileo Galilei (1562-1642), .Galileo
merupakan seorang professor matematika di Pisa yang tertarik dengan mekanika
khususnya tentang gerak planet. Ia salah satu yang tertarik dengan publikasi
Kepler dan yakin tentang teori heliosentrik. Dengan teleskopnya, Galileo
berhasil menemukan satelit-satelit Galilean di Jupiter dan menjadi orang
pertama yang melihat keberadaan cincin di Saturnus.
Salah satu
pengamatan penting yang meyakinkannya mengenai teori heliosentrik adalah
masalah fasa Venus. Berdasarkan teori geosentrik, Ptolemy menyatakan venus
berada dekat dengan titik diantara matahari dan bumi sehingga pengamat dari
bumi hanya bisa melihat venus saat mengalami fasa sabit.
6.
Dasar Yang Diletakkan Newton
Di
tahun kematian Galileo, Izaac Newton (1642-1727) dilahirkan. Bisa dikatakan
Newton memberi dasar bagi pekerjaannya dan orang-orang sebelum dirinya terutama
mengenai asal mula Tata Surya. Ia menyusun Hukum Gerak Newton dan kontribusi
terbesarnya bagi Astronomi adalah Hukum Gravitasi yang membuktikan bahwa gaya
antara dua benda sebanding dengan massa masing-masing objek dan berbanding
terbalik dengan kuadrat jarak antara kedua benda. Hukum Gravitasi Newton
memberi penjelasan fisis bagi Hukum Kepler yang ditemukan sebelumnya
berdasarkan hasil pengamatan. Hasil pekerjaannya dipublikasikan dalam Principia
yang ia tulis selama 15 tahun.
Teori Newton
menjadi dasar bagi berbagai teori pembentukan Tata Surya yang lahir kemudian,
sampai dengan tahun 1960 termasuk didalamnya teori monistik dan teori
dualistik. Teori monistik menyatakan bahwa matahari dan planet berasal dari
materi yang sama. Sedangkan teori dualistik menyatakan matahari dan bumi
berasal dari sumber materi yang berbeda dan terbetuk pada waktu yang berbeda.
D. Anggota Tata Surya
1. Matahari
1. Matahari
Matahari
merupakan salah satu bintang jagad raya yang mempunyai fungsi sangat besar bagi
kehidupan di bumi.
· Bagian-bagian Matahari
a. Fotosfer: Seperti piringan emas berkilauan
· Bagian-bagian Matahari
a. Fotosfer: Seperti piringan emas berkilauan
b. Plages: bagian
terang pada piringan matahari
c.
Filamen: bagian gelap pada matahari
d.
Prominensa: filamen yaang tampak di tepi proyeksi piringan matahari ke bidang langit
e.
Sunspot/bintik matahari: bintik-bintik yang relatif gelap dibandingkan dengan
rata-rata terang fotosfer.
2.Planet
a. Berdasarkan jarak antara matahari planet dibedakan atas:
1.Planet-planet Dalam
a. Berdasarkan jarak antara matahari planet dibedakan atas:
1.Planet-planet Dalam
Planet-planet
yang jarak rata-ratanya ke matahari lebih pendek dari jarak rata-rata
bumi-matahari dikelompokkan sebagai planet dalam. Termasuk ke dalam kelompok
Merkurius dan Mars. Sudut yang disebut Elongasi planet dalam tersebut besarnya
berubah-ubah. Karena lintasan planet dalam lebih kecil dari lintasan bumi
mengelilingi matahari. maka elongasi planet dalam tidk lebih besar dari 90
derajat. Elongasi umum Merkurius hanya 80 derajat, sedangkan untuk Venus hanya
48 derajat.
2. Planet-planet Luar
Planet-planet yang jarak rata-ratanya ke Matahari lebih panjang dibandingkan degan jarak rata-rata bumi-matahari dikelompokkan planet luar. Termasuk planet Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus dan Neptunus. Berbeda dengan elongasi planet dalam, elongasi mencapai 180 derajat berarti tercapailah kedudukan eposisi.
Planet-planet yang jarak rata-ratanya ke Matahari lebih panjang dibandingkan degan jarak rata-rata bumi-matahari dikelompokkan planet luar. Termasuk planet Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus dan Neptunus. Berbeda dengan elongasi planet dalam, elongasi mencapai 180 derajat berarti tercapailah kedudukan eposisi.
b. Berdasarkan massanya, planet dibedakan menjadi 2:
1. Planet Superior (bermassa besar) terdiri atas Yupiter, Saturnus, Uranus,
1. Planet Superior (bermassa besar) terdiri atas Yupiter, Saturnus, Uranus,
dan Neptunus
2. Planet Inferior (bermassa kecil) terdiri atas Merkurius, Venus, Bumi dan
2. Planet Inferior (bermassa kecil) terdiri atas Merkurius, Venus, Bumi dan
Mars.
c. Planet-planet dalam tata surya:
1. Merkurius
c. Planet-planet dalam tata surya:
1. Merkurius
Merkurius
merupakan planet paling dekat dengan matahari, jarak rata-ratanya sekitar 57,8
juta km. Akibatnya suhu udara pada siang hari sangat panas (mencapai 400 oC),
sedangkan pada malam hari saat dingin (mencapai -200oC). Merkurius
berukuran paling kecil, garis tengahnya hanya 4.850 km, hampir sama dengan
ukuran bulan ( diameter 3.476 km). Planet ini beredar mengelilingi matahari
dalam suatu orbit eliptis (lonjong) dengan periode revolusinya sekitar 88 hari,
sedangkan periode rotasinya sekitar 59 hari.
2. Venus
Venus
merupakan planet yang letaknya paling dekat dengan bumi, sekitar 42 juta km,
sehingga dapat terlihat jelas dari bumi sebagai suatu noktah kecil yang sangat
terang dan berkilauan menyerupai bintang pada pagi dan senja hari. Venus sering
disebut sebagai bintang kejora.
Jarak rata-rata venus dengan matahari sekitar 108 juta km, di selubungi atmosfer yang sangat tebal, terdiri atas gas karbon dioksida dan sulfur, sehingga pada suang hari suhunya dapat mencapai 477oC, sedangkan pada malam hari suhunya tetap tinggi, karena panas yang diterimanya tertahan atmosfer. Diameter planet venus sekitar 12.140 km, periode rotasinya sekitar 1.244 hari dengan arah sesuai jarum jam, dan periode revolusinya sekitar 255 hari.
3. Bumi
Bumi
merupakan salah satu planet yang ada di sistem tata surya kita. Diperkirakan
usianya mencapai 4,6 milyar tahun. Jarak planet bumi dengan matahari adalah
149,6 juta kilometer. Bumi mempunyai lapisan udara yang bernama atmosfer dan
medan magnet yang disebut magnetosfer yang melindungi permukan bumi dari angin
matahari, sinar ultraungu, dan radiasi dari luar angkasa. Lapisan udara ini
menyelimuti bumi hingga ketinggian sekitar 700 km. Dan lapisan ini dibagi
menjadi troposfer, stratosfer, meseosfer, termosfer dan eksofer.
Lapisan
troposfer merupakan lapisan dekat dengan bumi merupakan tempat terjadinya
gejala-gejala di bumi. Lapisan stratosfer merupakan lapisan tempat konsentrasi
ozon. Lapisan meseosfer tempat terjadinya meteor. Lapisan termosfer berfungsi
memantulkan gelombang radio. Perbedaan suhu di muka bumi adalah -70oC
hingga 55oC bergantung pada iklkim setempat.Satu kali rotasi selama
24 jam, sedangkan sekali revolusi selama 365 hari. Bumi mempunyai massa seberat
59.760 milyar ton, dengan luas permukaan 510 juta kilometer persegi. Bumi
mempunyai diameter sepanjang 12.756 km. Grafitasi bumi diukur sebagai 10
N kg-1 dijadikan unit ukuran grafitasi planet lain. Bumi mempunyai satelit
alami yaitu bulan sekitar 70,8 % permukaan bumi diliputi air. Udara bumi
terdiri atas 78% nitrogen, 21% oksigen, dan 1% uap air, karbondioksida, dan gas
lain.
4. Mars
Mars merupakan planet luar yang paling
dekat dengan bumi. Planet ini tampak sngat jelas dari bumi setiap 2 tahun 2
bulan sekali, yaitu pada kedudukan oposisi. Saat itu jaraknya hanya sekitar 56
juta km dari bumi. Keadan mars paling mirip dengan bumi, sehingga memungkinkan
terdapatnya kehidupan.
Para
astronom paling banyak menghabiskan waktu mempelajari mars daripada planet
lain. Jarak rata-rata ke matahari 288 juta km, periode revolusinya sekitar 687
hari, sedangkan untuk periode rotasinya sekitar 24 jam 37 menit. Diameter
planet sekitar setengah dari diameter bumi (6.790 km). Planet mars mempunyai
dua satelit alam yaitu phobos dan deimos.
5. Yupiter
Yupiter merupakan planet terbesar du tata surya,
diameternya sekitar 142.600 km, terdiri dari atas materi dengan tingkat kerapatannya
rendah, terutama hidrogen dan helium. Jarak rata-rata ke bumi sekitar 778 km,
berotasi pada sumbunya dengan sangat cepat yakni sekitar 9 jam 50 menit,
sedangkan periode revolusinya sekitar 11,9 tahun. Planet yupiter mempunyai
satelit alam yang jumlahnya paling banyak yaitu18 satelit diantaranya beberapa
satelit yang ukurannya besar yaitu Ganimedes, Calisto, Galilea,
Lo dan Europa.
6. Saturnus
Saturnus
merupakan planet terbesar setelah yupiter, diameternya sekitar 120.200 km,
periode rotasinya sekitar 10 jam 14 menit, dan revolusinya sekitar 29,5 tahun.
Planet ini mempunyai tiga cincin tipis yang arahnya selalu sejajar dengan
ekuatornya, yaitu cincin luar diameternya 273.600 km, cincin tengah 152.000 km,
dan cincin dalam 160.000 km. Antara cincin dalam dengan permukaan saturnus dipisahkan
oleh ruang kosong yang berjarak sekitar 11.265 km.
Planet
saturnus mempunyai atmosfer sangat rapat terdiri atas hidrogen, helium, metana
dan amoniak. Planet saturnus mempunyai satelit alam berjumlah sekitar 11
satelit, diantaranya Titan, Rhea, Thetys dan Dione.
7. Uranus
Uranus
mempunyai diameter 49.000 km hampir 4 kali diameter bumi. Periode revolusinya sekitar
84 tahun, sedangkan rotasinya sekitar 10 jam 49 menit. Berbeda dengan planet
lainnya, sumbu rotasi pada planet ini searah datangnya sinar matahari. Atmosfer
dipenuhi hidrogen, helium dan metana. Di luar batas atmosfer, Planet Uranus
memiliki lima satelit yang mengelilinya, yaitu Miranda, Ariel, Umbriel,
Titania, dan Oberon. Jarak rata-rata ke matahari sekitar 2.870
km. Planet inipun merupakan planet raksasa yang sebagian besar massanya berupa
gas dan bercincin, ketebalan cincinnya hanya sekitar 1 meter terdiri atas
partikel-partikel yang sangat redup dan tipis.
8. Neptunus
Neptunus merupakan planet
superior dengan diameter 50.200 km, letaknya paling jauh dengan matahari. Jarak
rata-rata ke matahari sekitar 4.497 juta km. Periode revolusinya sekitar 164,8
tahun, sedangkan periode rotasinya sekitar 15 jam 48 menit. Atmosfer Neptunus
di penuhi oleh hidrogen, helium, metana dan amoniak yang amat padat jika
dibandingkan Yupiter dan Saturnus. Satelit alam yang mengelilinginya aa dua
macam, yaitu Tirton dan Nereid. Planet Saturnus memiliki dua
cincin utama dan dua cincin redup di bagian dalam yang mempunyai lebar sekitar
15 km.
9. Bulan
Bulan
merupakan benda angkasa berbentuk bulat yang beredar mengelilingi bumi dalam
satu lintasan garis edar tertentu. Oleh karena itu, bulan disebut sebagai
satelit alam bumi (satelit artinya pengikut). Diameternya sekitar 3.476 km atau
tiga per empat dimeter bumi, jarak rata-rata ke Bumi sekitar 384.000 km.
Periode revolusi bulan terhadap bumi sekitar 27,3 hari atau satu bulan ideris,
yaitu peredaran bulan mengelilingi bumi dalam satu lingkaran penuh.
Ciri bulan telah menyelesaikan satu
lingkaran penuh, apabila posisi bulan terhadap bintang adalah tetap, atau jika
dilihat dari bumi posisi bulan telah kembali pada keadaan semula. Bulan
merupakan benda angkasa sangat kecil grafitasinya, hanya 1/6 grafitasi bumi,
akibatnya bulan tidak mampu mengikat atmosfer. Suhu permukaan bulan pada siang
hari 100oC, sedangkan pada malam hari mencapai -150oC.
3. Asteroid atau
Planetoid
Asteroid merupakan kumpulan planet-planet kecil yang sebagian besar orbitnya ada di antara Mars dan Yupiter.
Asteroid merupakan kumpulan planet-planet kecil yang sebagian besar orbitnya ada di antara Mars dan Yupiter.
Asteroid
pernah di sebut sebagai planet minor atau planetoid, adalah benda berukuran lebih
kecil daripada planet, tetapi lebih besar daripada meteorid, asteroid merupakan
benda langit yang berada di dalam tata surya kita. Kumpulan planet-planet kecil
yang sebagian besar orbitnya ada di antara Mars dan Yupiter (main belt).
Pertama kali ditemukan dan terbesar: Ceres,. Adapun asteroid yang lain;
Apolio, Icarus, Troya, Toros, Eros, Geografos, dan Alinda.
4. Meteor
dan Meteorid
Meteor merupakan benda langit yang bergerak menuju bumi, karena gaya tarik bumi benda ini benda ini akan nampak bercahaya dan berpijar sehingga nampak jelas dari bumi yang biasanya disebut sebagai bintang jatuh.
Meteor merupakan benda langit yang bergerak menuju bumi, karena gaya tarik bumi benda ini benda ini akan nampak bercahaya dan berpijar sehingga nampak jelas dari bumi yang biasanya disebut sebagai bintang jatuh.
Penampakan tersebut disebabkan oleh panas yang dihasilkan oleh tekanan pada
saat memasuki lapisan meseofer. Jika suatu meteorit tidak habis terbakar dalam
perjalanannya di atmosfer dan mencapai bumi, benda tersebut dinamakan meteorit.
5. Komet
atau Bintang Berekor
Benda angkasa yang diselubungi gas yang bergerak berpindah dengan ekor membelakangi matahari.
Benda angkasa yang diselubungi gas yang bergerak berpindah dengan ekor membelakangi matahari.
Bagian
komet: Kepala komet (tediri dari inti komet dan koma yang
membungkusnya) dan ekor komet. Komet terdiri atas pecahan benda angkasa, es, dan
gas yang membeku. Komet mengorbit matahari dalam suatu lintasan sangat elips.
Strukturnya terdiri atas kepala dan ekor komet.
Kepala komet
mempunyai diameter lebuh dari 65.000 km, meliputi inti komet dan selubung gas
yang disebut koma, sedangkan ekor komet dapat mempunyai panjang sampai ribuan
kilometer yang arahnya selalu menjauhu matahari.
·
Berdasarkan
bentuk dan panjang lintasannya, komet dapat diklasifikasikan menjadi dua :
1. Komet
berekor panjang
Komet yang garis lintasannya sangat jauh melalui daerah-daerah yang sangat
dingin di angkasa, sehingga berkesempatan menyerap gas-gas di daerah yang dilaluinya.
Ketika mendekati Matahari, komet tersebut melepaskan gas sehingga membentuk
koma dan ekor yang sangat panjang. Contohnya komet Kohoutek yang melintas ke
dekat matahari setiap 75.000 tahun sekali dan komet Halley setiap 76 tahun
sekali.
Komet Halley
Komet Kohoutek
2. Komet berekor pendek
Komet
yang garis lintasannya sangat pendek, sehungga kurang mempunyai kesempatan
untuk menyerap gas daerah yang di laluinya. Ketika mendekati matahari komet
tersebut melepaskan gas yang sangat sedikit, sehingga hanya membentuk koma dan
ekor yang sangat pendek bahkan hampir tak berekor. Contohnya komet Encke
yang melintas matahari setiap 3,3 tahun sekali.
Komet Encke
Pada tahun 1705, Edmond Halley memperkirakan bahwa komet terklihat pada tahun 1531, 1607, 1682 dan kembali lagi tahun 1758. Karena hal tersebut maka salah satu dari sekian banyak komet diberikan nama komet Halley. Rata-rata periode munculnya orbit Komet Halley adalah setiap 76-79 tahun sekali. Komet Halley terakhir terlihat pada tahun 1986 yang lalu. Inti atau pusat dari komet Halley diperkirakan kurang lebih 1.024 km. Doperkirakan komet Halley akan nampak lagi tahun 2061. Selain komet Halley terdapat berbagai macam komet lainnya, seperti komet Hyakutake dan komet Hale-Bopp.
Pada tahun 1705, Edmond Halley memperkirakan bahwa komet terklihat pada tahun 1531, 1607, 1682 dan kembali lagi tahun 1758. Karena hal tersebut maka salah satu dari sekian banyak komet diberikan nama komet Halley. Rata-rata periode munculnya orbit Komet Halley adalah setiap 76-79 tahun sekali. Komet Halley terakhir terlihat pada tahun 1986 yang lalu. Inti atau pusat dari komet Halley diperkirakan kurang lebih 1.024 km. Doperkirakan komet Halley akan nampak lagi tahun 2061. Selain komet Halley terdapat berbagai macam komet lainnya, seperti komet Hyakutake dan komet Hale-Bopp.
3.
PEMBENTUKAN BUMI
\
Setelah terbentuknya planet, termasuk bumi, kemudian
bumi berkembang yang diketahui terdapat beberapa teori-teori dalam perkembangan
bumi antara lain sebagai berikut....
1. Teori Kontraksi (Contraction Teory)
Teori yang dikemukakan oleh Descrates (1596-1650), yang
mengatakan bahwa bumi semakin lama akan menyusut dan mengerut dari adanya
pendinginan sehingga permukaan terdapat relief yang beragam seperti gunung,
dataran, dan lembah.
Teori ini mendapat dukungan dari James Dana (1847- Elie de
Baumant (1852), yang kedunya berpendapat bahwa bumi mengalami pengerutan karena
terjadi proses pendinginan pada bagian dalam bumi yang mengakibatkan bagian
permukaan bumi mengerut dan terbentuk pegunungan dan lembah-lembah.
2. Teori Dua Benua (Laurasia-Gondwana Teory)
Awalnya bumi terdiri atas dua benua yaitu Laurasia yang
berada di sekitar kutub utara dan Gondwana disekitar kutup selatan bumi. Kedua
benua tersebut bergerak perlahan ke arah equator bumi yang pada akhirnya
terpecah membentuk benua-benua kecil. Laurasia terpecah menjadi Amerika utara,
Asia, Eropa. Sedangkan Gondwana terpecah menjadi Amerika selatan, Australia,
dan Afrika. Teori Laurasia-Gondwana pertama kali diitemukan pada tahun 1884
oleh Edward Zeuss.
3. Teori Pengapungan Benua (Continental Drift Teory)
Teori ini dikemukakan oleh Alfred Wegener tahun 1912 yang
mengatakan bahwa awalnya bum terdapat satu benua yang disebut dengan pangea
yang kemudian terpecah-pecah dan terus mengalami perubahan melalui pergerakan
dasar laut. Gerakan rotasi bumi yang sentripugal, mengakibatkan pcahan benua
yang bergerak ke arah dan menuju ke equator. Teori ini didukung dengan
bukti-bukti kesamaan garis afrika bagian barat dengan amerika selatan bagian
timur, serta adanya kesamaan batuan dan fosil di kedua daerah tersebut.
4. Teori Konveksi (Convection Teory)
Teori yang dikemukakan oleh Arthur Holmes dan Harry H.Hess.
Kemudian teori ini dikembangkan oleh Robert Diesz yang mengemukakan bahwa bumi
masih dalam keadaan panas dan berpijar terjadi arus konveksi ke arah lapisan
kulit bumi yang berada di atasnya. Ketika arus konveksi membawa sebuah materi
yang berupa lava sampai ke permukaan bumi di mild oceanic ridge (punggung
tengah samudra), lava tersebut kemudian akan membeku dan membentuk lapisan
kulit bumi yang baru sehingga menggeser dan menggantikan kulit bumi yang lebih
tua.
5. Teori Lempeng Tektonik (Tectonic Plate Teory)
Teory yang dikemukakan oleh Tozo Wilson yang berdasarkan
teori lempeng tektonik, kulit bumi terdiri atas beberapa lempeng tektonik yang
berada diatasnya lapisan astenosfer yang berwujud cair kental. Lempeng-lempeng
tektonik pembentuk kulit bumi selalu bergerak karena adanya pengaruh arus
konveksi yang terjadi pada lapisan astenosfer dengan posisi berada dibawah
lempeng tektonik kulit bumi.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Ada
beberapa hipotesis yang menyatakan asal-usul Tata Surya yang telah dikemukakan
oleh beberapa ahli, yaitu Hipotesis Nebula, Hipotesis Planetisimal, Hipotesis
Pasang Surut Bintang, Hipotesis Kondensasi, dan Hipotesis Bintang Kembar.
Sejarah penemuan Tata surya di awali dengan dilihatnya planet-planet dengan
mata telanjang hingga ditemukannya alat untuk mengamati benda langit lebih
jelas yaitu Teleskop dari Galileo. Perkembangan teleskop diimbangi dengan
perkembangan perhitungan benda-benda langit dan hubungan satu dengan yang
lainnya. Dari mulai mengetahui perkembangan planet-planet hingga puncaknya
adalah penemuan UB 313 yang ternyata juga mempunyai satelit.
Tata surya
adalah kumpulan benda langit yang terdiri atas sebuah bintang yang disebut
Matahari dan semua objek yang terikat oleh gaya gravitasinya. Objek-objek
tersebut termasuk sembilan buah planet yaitu, merkurius, venus, bumi, mars,
yupiter, saturnus, uranus, dan neptunus yang sudah diketahui dengan orbit
berbentuk elips, dan jutaan benda langit (meteor, asteroid, komet) lainnya.
B. Saran
Saya selaku penyusun, menyadari masih
banyak kekurangan dari isi makalah ini. Oleh karena itu, penyusun berharap
kritik dan saran dari semua pembaca, demi kesempurnaan makalah ini.
Powered by Blogger.
music
vok ep
Link : https://mytreep.icu/fFPah